Pages

Ads 468x60px

Tuesday, June 16, 2015

2 Desainer Yang Koleksinya Sempati Dipakai Lady Gaga

Gelar penutup Fashion Nation Ninth Edition 2015 akhir pekan kemarin dilengkapi paparan koleksi dua brand asal Thailand dan Jepang.


Bakat-bakat menjanjikan dari ranah Asia tidak hanya datang dari dalam negeri. Bukti bahwa Asia adalah sebuah ladang menjanjikan untuk menemukan talenta muda fashion makin terlihat jelas. Jepang dan Thailand menjadi dua negara yang perkembangan fashion-nya begitu cepat. Di Jepang, tren fashion bisa berubah seminggu sekali. Oleh karena itu, dibutuhkan fashion designer yang dapat menginterpretasikan tren itu dalam tempo yang cepat.

Atsuki Takahashi telah menunjukkan kepada publik Asia bahwa ia adalah salah satu desainer yang bahkan usianya belum menginjak 22 tahun, tapi mampu membuat seorang Lady Gaga terpukau dengan karyanya. Setelan suit bergaya utilitarian, sempat dipakai Lady Gaga saat berkunjung ke Jepang di tahun 2013 lalu. Tak ayal, karya Atsuki makin diakui dan ia berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pagelaran Tokyo Fashion Week.

Atsuki Takahashi

Berlanjut ke Indonesia di acara 'Runway Hitz' yang adalah salah satu rangkaian pagelaran Fashion Nation di Senayan City. Koleksi yang ia tampilkan tidak neko-neko. Simple dan bisa dibilang sangat identik dengan gaya fashion di Jepang, khususnya di daerah Shibuya dan Harajuku. Bukan soal warna-warnanya, tapi siluetnya. Justru, Atsuki menampilkan corak warna monokrom di setiap helai bajunya itu.

Berbeda dengan Q Design & Play karya dua orang desainer muda asal Thailand, Praphat Somboonsitti dan Ekkapoom Treechariusmee. Q Design & Play lahir dari pengalaman Praphat di dunia desain grafis yang digabungkan dengan desain Ekkapoom. Tidak heran kalau koleksi mereka berdua sarat dengan garis, struktur tegas, dan unsur geometris yang kental.

Terlihat dari 15 pasang baju menswear yang ditampilkan di Runway Hitz kemarin. Siluetnya bersih, namun detail-detail tak terduga muncul. Bayangkan saja buckle atau pengait yang biasanya ada di tas disulap menjadi detail di atas jaket dan atasan. Cukup menarik dan tidak membosankan. Lalu percampuran bahan berstruktur tegas menyatu menjadi sebuah desain yang konseptual tapi sangat wearable.

Q Design & Play

Melihat begitu banyak kreatifitas dari para desainer muda ini, tidak menutup kemungkinan bukan bahwa Asia akan menjadi benua fashionbaru nantinya? Dan lebih lagi, melihat kreasi desainer negara lain harus bisa jadi pemacu bagi talenta dari negeri sendiri untuk bisa berkreasi lebih lagi.



No comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates